Nifty World
Home    Info    Ask    Submit
About: nita arsita, indonesia. this is my tumblr, my blog, my live, my dream, my wishes. it's a way to love imaginary things. can't stop the fantasy hanging around
“Karena tak dapat ku ungkapkan kata yang paling cinta, ku pasrahkan saja dalam doa.”

Sapardi Djoko Damono

(via kurniawangunadi)

“Persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau oleh jarak yang jauh. Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati.”

NN

(via kurniawangunadi)
su-ic-id-al:

symical:


Mercury, Venus, and Saturn align with the Pyramids of Giza for the first time in 2,737 years on December 3, 2012

i’ve never reblogged anything so fast

Had to tbh

su-ic-id-al:

symical:

Mercury, Venus, and Saturn align with the Pyramids of Giza for the first time in 2,737 years on December 3, 2012

i’ve never reblogged anything so fast

Had to tbh

(Source: arpleiadian, via lovemetoinfinity)

i love them, my besties. it’s a roller coaster one but i love them.

Sebuah Percakapan

Suatu masa aku melakukan percakapan mengenai hubungan pertemanan antara semua orang. Pertanyaan awalnya sebenearnya adalah apakah pertemanan yang dijalin sekarang ini dapat berlangsung hingga nanti, hingga masa tua akhirnya merapuhi tubuh, ataukah yang seperti itu hanya seperti karangan cerita sutradara pada film-film holywood? Kemudian jawaban itu dapat disimpulkan. Tidak hanya sebuah hubungan per-pacaran yang memakai kata ‘move on’. Sesungguhnya hidup manusia dipenuhi oleh hal itu. Move on. Berpindah. Semuanya dalam hidup ini, sadar atau tidak, manusia memang harus berpindah. Sederhananya saja, semuanya pasti pernah merasakan berpindah tempat sekolah, dari tingkat SD menjadi SMP menjadi SMA dan akhirnya ke perguruan tinggi. Sesunggunya berpindah yang selama ini dilakukan berkaitan dengan zona nyaman. Bagaimana kita, akhirnya, dapat memaksimalkan diri saat kenyamanan itu berubah atau terengut dari hidup kita. Kembali ke pertemanan, aku telah hidup selama 20 tahun dan mungkin telah berinteraksi dengan ratusan manusia lain sejak itu, bertemu ribuan orang, bertatap muka, bersentuhan, berjabat tangan, bersinggungan. Beberapa dari orang-orang asing ini akhirnya dipertemukan waktu untuk menjadi teman, bahkan kadang lebih dari itu: sahabat. Lalu kadang muncul suatu pemikiran naïf dimana sahabat itu hadir di kala sedih dan bahagia, dengan menelan pernyataan itu mentah-mentah dan menerjemahinya secara harafiah bahwa hadir dikala duka dan bahagia itu berarti hadir setiap saat, selalu bersama. Namun ternyata kedewasaan kadang merengut ‘keharafiahan’ pernyataan itu. Nyatanya semakin dewasa, pertemanan itu juga harus ikut dewasa. Kita nggak bisa mengharapkan sahabat untuk selalu berada dengan kita. Mereka juga punya kehidupan, sama seperti kita. Jika dahulu memang seperti itu memang mungkin saatnya untuk mereka berpindah, menjadi lebih dewasa dan mengurusi lebih banyak hal. Misalnya, seorang teman yang terkadang ‘menghilang’ setelah memiliki pacar. Terganggu, kita akan merasakan itu, karna sesungguhnya itu sama saja merubah zona nyaman kita, zona nyaman pertemanan kita. Namun pada akhirnya kita harus mengerti bahwa apa yang mereka lakukan adalah untuk kebaikan mereka sendiri, dan karna setiap manusia memiliki standar yang berbeda untuk kebaikan dirinya sendiri, maka kita harus mengerti, menghargai, memahami, dan merelakan. Sebenarnya merelakan adalah yang paling berat, iya nggak? Karena merelakan berhubungan dengan hati dan hati terkadang sulit di kontrol karna bersandar pada perasaan, suatu hal abstrak yang entah apa.

Kesimpulan yang kedua dari percakapan itu adalah kita nggak akan pernah bisa mengaharapkan untuk memliki manusia lain. Kita mungkin saja bisa membeli barang dan memberikan cap kepemilikan akan hal itu, tapi kita nggak bisa memiliki manusia lain, dalam bentukan apapun: teman, pacar, suami, istri, dll. Karna faktanya, manusia adalah berpindah. We cannot deny that eventually they’re always moving and we cannot hold them. We cannot have someone, because frankly, they always leave.

“Never apologize for how you feel. No one can control how they feel. The sun doesn’t apologize for being the sun. The rain doesn’t say sorry for falling. Feelings just are” Iain S. Thomas, Intentional Dissonance  (via stay-ocean-minded)

(Source: cratur, via s-undayevenings)

People think a soul mate is your perfect fit, and that’s what everyone wants. But a true soul mate is a mirror, the person who shows you everything that is holding you back, the person who brings you to your own attention so you can change your life.

A true soul mate is probably the most important person you’ll ever meet, because they tear down your walls and smack you awake. But to live with a soul mate forever? Nah. Too painful. Soul mates, they come into your life just to reveal another layer of yourself to you, and then leave.

A soul mate’s purpose is to shake you up, tear apart your ego a little bit, show you your obstacles and addictions, break your heart open so new light can get in, make you so desperate and out of control that you have to transform your life…

Elizabeth Gilbert in Eat, Pray, Love
Grateful

Terimakasih Tuhan, telah menciptakanku di masa ini. Terimakasih atas keluargaku, teman-temanku, sahabat-sahabatku. Terimakasih telah mempertemukan kami saat ini. Karna jika aku dilahirkan telat seharipun, mungkin aku tidak akan bertemu mereka. Terkadang aku berharap bisa memutar balikan waktu, menginginkan kesempatan kedua untuk sebuah pertemuan pertama dengan orang-orang tertentu, tapi sekarang aku berpikir, jika tidak seperti itu, semua mungkin tidak akan sama sekarang, jadi aku bersyukur untuk segala yang telah terjadi. Semua kebetulan, semua pengalaman, semua ketidaksengajaan, semua kecerobohan, dan semua rencana-rencana yang tidak semuanya berhasil, aku bersyukur. Aku mungkin sedikit percaya dengan multiverse tapi aku bersyukur hidup di universe yang ini, di semesta yang sekarang. Aku mungkin akan menjadi seseorang yang begitu berbeda seandainya Engkau menciptaanku setahun lebih awal, mungkin bukan ini teman-teman yang aku miliki searang, bukan orang-orang ini yang aku temui setiap harinya. Terimakasih Tuhan, atas semesta yang begitu bersahabat, atas segala cobaan dan rezeki yang Engkau berikan. Terimakasih Tuhan atas rencanamu yang begitu besar dan tak terduga. I’m blessed.

nextstoplondon:

Princess. ❤️

nextstoplondon:

Princess. ❤️

(Source: staypozitive)

misswallflower:

by Madame Lolina 

misswallflower:

by Madame Lolina 

"The Elephant In The Room" theme by Becca Rucker. Powered by Tumblr. Install theme.